Header Ads

Nasi Sambal Tumpang

Baca juga artikel terkait lainnya

Tradisional Nasi sambal tumpang merupakan nasi yang menggunakan kuah berupa sambal tumpang. Berbahan tempe busuk, nasi sambal  tumpang mempunyai cita rasa semangit yang memikat penggemarnya. Inilah salah satu kekayaan kuliner Indonesia. Dari bahan busuk, terciptalah masakan sedap mengundang selera.


Tempe yang nyaris busuk beraroma sangit-sangit wangi menjadi ciri khas racikan sambal ini. Dinikmati dengan rambak yang renyah plus sayuran memberi sensasi luar biasa di lidah!
Ada beberapa versi sambal tumpang yang berbeda. Masing-masing memiliki karakteristik rasa yang berbeda, tapi sama-sama enak.Sambal Tumpang Pete.

Di daerah Karanganyar dan sekitarnya, ciri khas sambal tumpang-nya adalah kuah sambal tumpang-nya tidak menggunakan santan tetapi parutan kelapa muda yang ikut direbus didalamnya, sehingga rasanya menjadi lebih gurih (mirip dengan sayur oblok-oblok).Sambal tumpangkhas Sragen menggunakan santan untuk kuahnya, sementara isiannya didominasi tempe yang dihaluskan. 

Cara penyajiannya mirip nasi pecel. Bedanya sayuran rebus pada nasi sambal tumpang disiram kuah berbahan dasar santan dan tempe busuk dengan rasa kuah yang cenderung gurih dan diramu bumbu kencur, serai, daun salam, daun jeruk, bawang merah dan bawang putih. Ditambah lauk rempeyek rebon dan telur mata sapi, membuat nasi sambal tumpang hangat makin sedap. Jangan lupa, kulit sapi (krecek) dan tahunya. Terkadang nasi sambal tumpang ini disajikan dalam daun pisang yang dibentuk pincuk dan menggunakan sendok dari daun pisang juga (suru). Di Sragen, didaerah pasar Bunder, bahkan ada penjual nasi sambal tumpang yang menggunakan daun jati sebagai pembungkus, yang membuat aromasambal tumpang-nya makin nikmat.Sambal Tumpang dengan Telur Puyuh
Di daerah Kediri, biasanya penjual nasi sambal tumpang juga menyediakan sambal pecel. 

Terkadang pembeli suka mencampur dua masakan tersebut sehingga menjadi nasi sambal tumpang campur pecel dan ini menjadi salah satu menu yang di suka.
Ada yang khusus dari masakan ini yaitu tidak semua tempe bisa digunakan.  Hanya daerah tertentu yang dapat menghasilkan tempe yang dapat basi sesuai dengan yang diinginkan. Tempe daerah Malang juga tidak bisa digunakan sebagai bahan sambel tumpang, karena tidak bisa basi sesuai dengan kriteria sambal tumpang. Kalaupun dipaksakan dibuat bahan, maka rasanya tidak dapat sesedap aslinya. Untuk keperluan membuat sambal tumpang, terkadang penjual membusukkan tempe sendiri untuk menghasilkan rasa sempurna, sebab kalau tidak pas rasanya pahit dan aroma tidak enak.Nasi sambal tumpang populer di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur, mulai dari Solo, Sragen, Klaten, Kediri, dan Nganjuk.

Di Yogyakarta, nasi sambal tumpang tak terlalu populer. Tak banyak penjualnya.Nasi sambal tumpang di daerah Kediri dan sekitarnya digunakan sebagai menu sarapan pagi, dijual di warung-warung makan di pagi hari atau setiap malam di atas pukul 21.00 WIB, setelah pertokoan tutup. Di Jalan Raya Tajem, Ngemplak, Sleman, tepatnya beberapa ratus meter utara Pasar Tajem, ada warung makan kecil di antara sawah yang menjual nasi sambal tumpang.

Jika anda di Bali, di daerah Jl Teuku Umar Denpasar ada penjual nasi pecel sambal tumpang yang rame. Buka malam hari. Penjualnya asli orang Kertosono, Kediri.

Powered by Blogger.