Header Ads

Manfaat Serta Bahayanya Makan Keong Racun

Baca juga artikel terkait lainnya

Keong racun (Achatina fulica Bowdish) atau populer juga dengan nama bekicot adalah hewan bertubuh lunak dengan satu cangkang. Berjalan dengan menggunakan perutnya, disebut hewan gastropoda (gastro=perut, poda/podas=kaki).Selain dari kemampuan reproduksinya, ukuran bekicot yang besar membuatnya menjadi salah satu keong darat terbesar di dunia. Umumnya panjang bekicot berkisar antara 5-10 sentimeter. Namun, tidak sedikit yang dapat mencapai 20 sentimeter. Beratnya pun dapat mencapai 1 kilogram.


Hewan ini sering kali dijumpai di sekitar manusia, di pekarangan rumah, persawahan, atau daerah lain yang lembap. Bekicot dapat hidup di berbagai kondisi lingkungan, kecuali di atas ketinggian 1000 meter karena hewan ini tidak dapat berkembang biak dengan baik pada kondisi tersebut. Bekicot jarang dijumpai pada siang hari karena aktivitasnya kebanyakan dilakukan pada waktu malam, termasuk kegiatan mencari makan.

Sering kita merasa jijik jika ada keong racun di halaman rumah. Memang hewan tersebut terkenal sebagai hama tanaman. Akan tetapi ternyata hewan berlendir ini juga memiliki manfaat.

Lendir bekicot dapat meningkatkan migarasi sel makrofag yang berperan penting dalam proses perbaikan jaringan luka. Selain itu, lendir bekicot mengandung protein yang memiliki aktivitas antibakterial terhadap staphylococcus aureus  dan Pseudomonas aeruginaso. Kedua bakteri tersebut merupakan bakteri penyebab nanah pada luka.
Berdasarkan kandungan-kandungan tersebut bakicot memiliki peran penting dalam memperceapat proses penyembuhan luka.

Walaupun keong racun dapat dimanfaatkan langsung, penanganan terhadap hewan tersebut tetap harus hati-hati. Bekicot sering kali membawa hewan lain pada tubuhnya atau berperan sebagai vektor dari angiostrongylus cantonensis. Cacing kecil ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, yaitu meningitis, bila bekicot dimakan secara mentah/tidak dimasak secara benar.

Oleh karena itu setiap bekicot yang akan dikonsumsi hendaknya direbus hingga benar-benar matang. Kontak langsung dengan mata, mulut dan hidung sebaiknya dihindari terutama pada anak-anak. Sebagai penanganan lain, mencuci tangan dengan bersih setelah melakukan kontak dengan bekicot juga sebaiknya dilakukan.

Powered by Blogger.